Pembentukan Bintang Bisa Jauh Lebih Cepat Dari yang Diduga Sebelumnya, Studi Menyarankan
Science

Pembentukan Bintang Bisa Jauh Lebih Cepat Dari yang Diduga Sebelumnya, Studi Menyarankan

Para astronom telah lama berpikir bahwa dibutuhkan jutaan tahun untuk sebuah bintang seperti Matahari kita untuk terbentuk sepenuhnya. Tetapi pengamatan baru-baru ini melalui teleskop radio terbesar di dunia, FAST, meragukan kepercayaan yang telah lama dipegang ini. Studi baru telah mengungkapkan bahwa bintang dapat terbentuk lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Para ilmuwan mempelajari medan magnet di dalam awan molekuler yang berjarak 450 tahun cahaya dari Bumi, yang terletak di konstelasi Taurus. Mereka memilih awan bernama Lynds 1544 karena muncul di ambang menghasilkan bintang. Para astronom sebelumnya mengukur medan magnet di dalam bagian terpadat dari awan.

Mereka juga menyelidiki daerah yang lebih tipis di tepi awan, menggunakan Observatorium Arecibo, yang didirikan di Puerto Rico tetapi runtuh secara tak terduga pada tahun 2020. Apa yang tidak dapat mereka periksa adalah wilayah perantara antara inti dan lapisan luar. Pengukuran FAST difokuskan pada daerah di antara daerah tipis dan padat. Menurut para peneliti, pengamatan ini mengungkapkan bahwa medan magnet di lokasi baru 13 kali lebih kecil dari model teoritis yang disarankan.

Menurut sebuah laporan oleh Space.com, ini berarti bahwa medan magnet tidak cukup untuk menahan materi yang jatuh, dan fusi nuklir akan terjadi jauh lebih cepat. Bintang hidup, seperti Matahari, ditenagai oleh fusi nuklir.

Di Li, kepala ilmuwan FAST yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan kepada Science.org bahwa jika teori standar berhasil, untuk menahan kenaikan kepadatan awan 100 kali lipat, medan magnet harus jauh lebih kuat. Tetapi hal tersebut tidak terjadi.

Para ilmuwan percaya temuan ini dapat merevolusi teori pembentukan bintang jika pengukuran awan pembentuk bintang lainnya juga memberikan hasil yang serupa. FAST, teleskop yang dipasang di China, jauh lebih besar dari Arecibo. FAST memiliki piringan berdiameter 500 meter, dibandingkan dengan 305 meter milik Arecibo. Arecibo memegang rekor sebagai teleskop radio terbesar di dunia selama lebih dari lima dekade hingga 2016. China membuka FAST untuk ilmuwan internasional setelah runtuhnya teleskop Arecibo.


Tonton yang terbaru dari Consumer Electronics Show di Gadget 360, di hub CES 2022 kami.

Posted By : togel hkg